Mengungkap Kebenaran Teori Evolusi dan Siapakah Manusia Pertama di Bumi






Halo! AuL di sini~ Saya akan membahas mengenai evolusi dan manusia. Baca hingga bagian bawah, ya. Coz, di bawah ada cuplikan serta sinopsis sebuah film yang wajib ditonton, nih!




 
Pendahuluan

                                        Pic by: Alejandro Almaraz/Corbis


Teori Evolusi sering dikaitkan dengan pertanyaan “Siapakah manusia pertama di Bumi?”. Dan kebenaran bahwa Darwin tak pernah menyebutkan bahwa ia menyamakan manusia dengan monyet memang sedikit mengejutkan (karena para pembaca yang beranggapan bahwa nenek moyang manusia berasal dari monyet). Hanya saja, masih banyak fakta yang membuktikan bahwa teori evolusi Darwin memiliki banyak kelemahan. Apa sajakah itu? 
Check this out!:


Charles Darwin dan Teorinya 

         Gambar: Paruh-paruh kutilang (finch) yang diamati Darwin di Kepulauan Galapagos dan disangkanya sebagai petunjuk bagi  teorinya, sebenarnya sebuah contoh keanekaragaman genetis, bukan petunjuk evolusi makro.

Charles Darwin (1809-1882), di tahun 1859 menerbitkan pandangan-pandangannya dalam bukunya The Origin of Species (Asal Usul Spesies). Ia berpendapat bahwa semua spesies berasal dari satu nenek moyang, yang berevolusi dari satu jenis ke jenis lain sejalan dengan waktu melalui perubahan-perubahan kecil.
Yang membuat Teori Darwin berbeda adalah penekanannya pada "seleksi alam". Darwin berteori bahwa terdapat persaingan untuk mempertahankan kelangsungan hidup di alam, dan bahwa seleksi alam adalah bertahan hidupnya spesies kuat, yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Gambar: Charles Darwin mengembangkan teorinya di masa ketika ilmu pengetahuan masih terbelakang. Di bawah mikroskop yang masih sederhana seperti ini, makhluk hidup terlihat memiliki bentuk dan rancang bangun yang sangat sederhana. Pemahaman keliru inilah yang menjadi dasar pijakan Darwinisme.

Namun demikian, "teori evolusi melalui seleksi alam" ini memunculkan keraguan sejak awalnya:

1. Apakah yang dimaksud dengan "variasi atau keragaman alamiah dan yang bersifat kebetulan" yang dimaksud Darwin? Bagaimana variasi atau keragaman ini dapat memberikan penjelasan bagi keanekaragaman spesies hewan dan tumbuhan?

2. Darwin menegaskan bahwa "Makhluk hidup berevolusi sedikit demi sedikit secara bertahap". Seharusnya sudah pernah ada jutaan makhluk hidup "bentuk peralihan". Namun tidak terdapat bekas dari makhluk teoritis ini dalam catatan fosil. Darwin berpikir keras pada masalah ini, dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa "penelitian lebih lanjut akan menyediakan bukti fosil-fosil ini".

3. Bagaimana seleksi alam mampu menjelaskan organ-organ rumit, seperti mata, telinga atau sayap? Bagaimana dapat dipercaya bahwa organ-organ ini berkembang tahap demi tahap, sementara harus diingat bahwa organ-organ tersebut akan gagal berfungsi jika satu bagiannya saja hilang?

 
Darwin setidaknya sadar akan beberapa pertanyaan ini, dapat dilihat dalam bab yang berjudul Difficulties of The Theory (Ganjalan-Ganjalan Teori Ini). Namun, jawaban yang ia kemukakan tidak memiliki keabsahan ilmiah. Pada akhirnya, Darwin menggantungkan semua harapannya pada penelitian ilmiah yang lebih maju, harapannya adalah penelitian yang lebih maju mampu menghapuskan "ganjalan-ganjalan teori ini". Akan tetapi, temuan-temuan ilmiah baru justru semakin memperbesar ganjalan-ganjalan tersebut.
 


                                                                                                         
 Lalu, bagaimana organisme pertama, yang disebut Darwin sebagai nenek moyang dari semua spesies, muncul menjadi ada?  Mampukah proses alamiah memberikan kehidupan kepada sesuatu yang asalnya dari benda mati?

Asal usul kehidupan. Masalahnya adalah…

Dalam bukunya, Darwin tidak pernah menyebutkan asal usul kehidupan. Pemahaman kuno ilmu pengetahuan pada masanya mendasarkan pada anggapan bahwa makhluk hidup memiliki bentuk dan rancang bangun yang sangat sederhana.
Pada masa ketika The Origin of Species (Asal Usul Spesies) karya Darwin ditulis, keyakinan bahwa bakteri dapat terbentuk dari benda mati masih tersebar luas. Namun, lima tahun setelah penerbitan buku Darwin, Louis Pasteur mengumumkan hasil-hasil penelitian dan pecobaan panjangnya, yang membuktikan kekeliruan spontaneous generation (kemunculan secara kebetulan), salah satu pijakan teori Darwin. Salah satu contoh dari spontaneous generation adalah kemunculan belatung yang terbukti berasal dari daging. Namun, beberapa waktu kemudian disadari bahwa belatung tidak tiba-tiba muncul dengan sendirinya dari daging, tetapi terbawa oleh lalat dalam bentuk larva yang tak terlihat oleh mata.
Untuk waktu yang lama, para pendukung teori evolusi tetap menolak mengakui temuan Pasteur. Namun, saat kemajuan ilmiah menyingkap bentuk dan rancang bangun rumit dari sel, gagasan bahwa kehidupan dapat dengan sendirinya muncul secara kebetulan tanpa disengaja, menghadapi kebuntuan yang semakin besar.

Masalah penurunan sifat (genetika)

Hal lain yang menjadi masalah bagi teori Darwin adalah penurunan sifat. Pada masa ketika Darwin mengembangkan teorinya, pertanyaan tentang bagaimana makhluk hidup meneruskan sifat pada keturunannyayaitu bagaimana penurunan sifat terjaditidaklah dipahami sepenuhnya. Itulah mengapa keyakinan awam bahwa penurunan sifat terjadi melalui perantaraan darah masih diterima luas.

Gregor Mendel mengumumkan hukum penurunan sifat yang ia temukan sebagai hasil dari percobaan dan pengamatan yang panjang dalam sebuah makalah ilmiah pada tahun 1865. Tetapi makalah ini menarik perhatian dunia ilmiah pada akhir abad tersebut. Hingga awal abad ke-20, kebenaran dari hukum ini telah diterima oleh seluruh masyarakat ilmiah. Ini merupakan kebuntuan besar bagi teori Darwin, yang mencoba mendasarkan gagasan "sifat-sifat menguntungkan" pada teori Lamarck. Hukum-hukum genetik (penurunan sifat) yang ditemukan oleh Mendel terbukti berdampak sangat buruk bagi teori evolusi.
Hukum yang ditemukan Mendel menempatkan Darwinisme pada keadaan yang amat sulit. Karena alasan inilah, para ilmuwan yang mendukung Darwinisme berusaha mengembangkan suatu rumusan evolusi lain pada perempat pertama abad ke-20. Maka, lahirlah "neo-Darwinisme".


Gambar: Para perumus Neo-Darwinisme: Theodosius Dobzhansky, Ernst Mayr, dan Julian Huxley.

Gagasan tentang seleksi alam adalah landasan utama Darwinisme. Pernyataan ini ditegaskan bahkan pada judul buku di mana Darwin mengajukan teorinya: The Origin of Species, by means of Natural Selection (Asal usul Spesies, melalui Seleksi Alam).

 

Seleksi alam tidak menghasilkan spesies baru, informasi genetik baru, atau organ baru. Artinya seleksi alam tidak bisa menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin pun menerima fakta ini, dengan mengatakan bahwa "Seleksi alam tidak mampu berbuat apa pun hingga perbedaan individu atau variasi (keragaman) yang menguntungkan terjadi”. Itulah mengapa neo-Darwinisme harus menambahkanke dalam teori seleksi alammekanisme mutasi sebagai faktor yang mengubah informasi genetik . 

Saling Bersaing untuk Menentukan Kelangsungan Makhluk Hidup (?)
 
 
 
Darwin telah terpengaruh oleh Thomas Malthus ketika mengembangkan teorinya mengenai persaingan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Namun, segenap pengamatan dan percobaan membuktikan bahwa Malthus keliru.

Malthus menyatakan bahwa manusia tak terhindarkan dari persaingan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Darwin menerapkan pandangan Malthus tentang persaingan sengit untuk kelangsungan hidup antar manusia pada alam kehidupan secara luas, dan menyatakan bahwa "seleksi alam" adalah sebuah akibat dari persaingan ini. Namun, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa tidak terdapat persaingan untuk hidup di alam seperti  rumusan Charles Darwin.

 
Gambar: Gambar di samping kiri dan bawah menunjukkan pohon-pohon dengan ngengat yang hinggap sebelum Revolusi Industri, dan sesudahnya. Karena pohon-pohon ini menjadi lebih gelap warnanya, burung-burung dapat lebih mudah menangkap ngengat berwarna terang sehingga jumlah ngengat ini berkurang. Akan tetapi, ini bukan contoh “evolusi”, sebab tidak ada spesies baru yang muncul. Yang terjadi hanyalah berubahnya perbandingan dua ragam ngengat yang sudah ada sejak awal; dan dua ragam ngengat ini termasuk dalam satu spesies ngengat yang juga memang sudah ada sebelumnya.

Masalah terbesar bagi teori evolusi melalui seleksi alam adalah ketidakmampuannya memunculkan organ atau sifat baru pada makhluk hidup. Seleksi alam tidak bisa mengembangkan data genetik suatu spesies. Jadi, seleksi alam tidak dapat digunakan untuk menjelaskan kemunculan spesies baru.
Intisari Dawinisme terdapat dalam sebuah kalimat tunggal: Seleksi alam adalah daya cipta yang menggerakkan perubahan secara evolusi. Tak seorang pun menyangkal bahwa seleksi alam akan memainkan peran negatif dengan menyingkirkan yang lemah. Teori Darwin mensyaratkan seleksi alam menciptakan yang kuat juga.
Cara menyesatkan lainnya yang diterapkan para evolusionis dalam masalah seleksi alam adalah usaha mereka untuk menghadirkan mekanisme ini sebagai sebuah perancang cerdas. Namun, seleksi alam tidak memiliki kecerdasan. Seleksi alam tidak memiliki kehendak yang dapat menentukan mana yang baik dan buruk bagi makhluk hidup. 

MUTASI?

Mutasiyang sering dijadikan tempat berlindung evolusionisbukanlah sebuah tongkat sulap yang bisa mengubah makhluk hidup ke bentuk yang lebih maju dan sempurna. Dampak langsung dari mutasi sangat berbahaya




Gambar: Kaki yang cacat, hasil mutasi


Perubahan-perubahan yang dihasilkan oleh mutasi hanya   akan serupa dengan apa yang dialami penduduk Hiroshima, Nagasaki, dan Chernobyl: yaitu kematian, cacat, dan kelainan tubuh. Alasan di balik ini sangatlah sederhana: DNA memiliki bentuk dan rancang bangun yang sangat kompleks, perubahan acak hanya akan merusaknya. 

                                                            Gambar: Katak mutan terlahir dengan kaki pincang.

 Gambar: Sejak awal abad ke-20, ahli biologi evolusi telah mencari-cari contoh mutasi menguntungkan dengan menciptakan lalat mutan [lalat hasil mutasi]. Tetapi, usaha keras ini selalu menghasilkan makhluk yang berpenyakit dan cacat. Gambar kiri menunjukkan kepala seekor lalat buah yang wajar, dan gambar kanan menunjukkan kepala lalat buah dengan kaki yang keluar darinya, akibat mutasi.



Gambar: Bentuk dan fungsi sel darah merah mengalami kerusakan akibat anemia sel-sabit [Kiri]. Karenanya, daya ikat oksigen sel berkurang. Dan sel darah merah normal [Kanan].

CONTOH FOSIL-FOSIL

           Teori evolusi menyatakan bahwa spesies makhluk hidup terus-menerus berevolusi menjadi spesies lain. Namun, ketika kita membandingkan makhluk hidup dengan fosil-fosil mereka, dapat kita lihat bahwa mereka tidak banyak berubah setelah jutaan tahun! Fakta ini adalah bukti nyata yang meruntuhkan pernyataan evolusionis. 




Gambar: Fosil "kepiting tapal kuda" dari masa Ordovisium. Fosil yang berumur 450 juta tahun ini [Kiri] tak berbeda dengan spesimen yang hidup sekarang [Kanan].


                                                     


                                         
 





                                             
Gambar: Fosil Ikan hiu [Kiri], salah satu hewan paling berbahaya di laut, berusia 400 juta tahun, tak jauh berbeda dengan ikan hiu masa kini [Kanan], dengan jelas menunjukkan tidak adanya proses evolusioner.



  

Gambar: Fosil bintang laut yang berumur 100-150 juta tahun [Kiri], bintang laut masa kini [Kanan].



Gambar: Amonit muncul sekitar 350 juta tahun lalu dan punah 65 juta tahun lalu. Struktur yang tampak pada fosil di atas tak berubah selama 300 juta tahun.



 Gambar: Fosil bakteri berumur 1,9 juta tahun dari West Ontario, Amerika Serikat [Kiri]. Fosil ini berstruktur sama dengan bakteri yang hidup sekarang [Kanan].




Gambar: Fosil kalajengking tertua yang diketahui, ditemukan di East Kirkton, Skotlandia. Spesies ini, dinamai Pulmonoscorpius kirktoniensis, berumur 320 juta tahun [Kiri], dan tak berbeda dengan kalajengking masa kini [Kanan].




Gambar: Fosil serangga dalam batu amber, berumur sekitar 170 juta tahun [Kiri], ditemukan di pesisir Laut Baltik. Fosil ini tak berbeda dengan mitra masa kininya [Kanan].



Gambar: Fosil capung yang berumur 140 juta tahun di Bavaria, Jerman [Kiri]. Sama dengan capung hidup di masa kini [Kanan].




  
Gambar: Lalat yang berumur 35 juta tahun [Kiri]. Berstruktur tubuh sama dengan lalat masa kini [Kanan].




 Gambar: Fosil udang yang berumur 170 juta tahun dari masa Jura [Kiri]. Tak berbeda dengan udang yang hidup saat ini [Kanan].






Gambar: Fosil rayap di dalam ambar yang berumur 25 juta tahun [Kiri]. Mirip dengan rayap hidup masa kini [Kanan].

Lalu, siapakah manusia pertama di Bumi?
Saya mengkaji pertanyaan ini dari berbagai sudut pandang agama maupun tak beragama. :)

Manusia Pertama dari Sudut Pandang Atheis
            Orang-orang Atheis percaya terhadap teori evolusi Darwin (padahal Darwin tidak menuliskan bahwa manusia berasal dari monyet, namun mirip dengan monyet). Menurut mereka, asal mula manusia adalah dari monyet, lalu berevolusi menjadi manusia purba dan menjadi manusia modern seperti sekarang.

Manusia Pertama Menurut Agama Buddha
            Menurut artikel yang saya baca, agama Buddha tidak mengenal kata “manusia pertama”. Mengapa? Karena mereka meyakini bahwa agama Buddha itu bereinkarnasi. Mereka percaya terhadap dewa-dewi.

Manusia Pertama Menurut Agama Hindu
            Menurut kepercayaan agama Hindu, manusia pertama adalah Swayambu Manu dan biasa disebut Manu. Swayambu Manu bukanlah nama seseorang, melainkan nama spesies. Secara harafiah, Swayambu Manu berarti “makhluk berpikir yang menjadikan dirinya sendiri”.

Manusia Pertama Menurut Agama Katolik
            Menurut responden dan teman-teman saya yang beragama katolik, manusia pertama dalam pandangan agama Katolik adalah Adam. Penciptaan manusia terdapat dalam Kitab Kejadian yaitu:
            “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kej 1: 27).

Manusia Pertama Menurut Agama Kristen
            Menurut beberapa orang responden menyebutkan bahwa, manusia pertama menurut Agama Kristen adalah Adam kemudian Hawa atau Eva. Proses penciptaan manusia dicantumkan di dalam Kitab Genesis (Kejadian) pada Torah dan Alkitab pasal 2 dan 3. Dan sedikit disinggung dalam pasal 4 dan 5.

Manusia Pertama Menurut Agama Islam
            Telah disebutkan secara terperinci dalam Al-Qur’an bahwa khalifah pertama di Bumi ini adalah Nabi Adam a.s. Seperti yang dijelaskan pada Surat Ali Imran ayat 59 berikut:


إِنَّمَثَلَعِيسَىعِندَاللّهِكَمَثَلِآدَمَخَلَقَهُمِن تُرَابٍثِمَّ قَالَلَهُ كُنفَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam
dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: `Jadilah` (seorang manusia), maka jadilah dia.
(QS. 3:59)

Dan juga Surat Al Hijr ayat 26 berikut:

وَلَقَدْخَلَقْنَاالإِنسَانَمِن صَلْصَالٍمِّنْحَمَإٍمَّسْنُونٍ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal)
 dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(QS. 15:26)

Manusia Pertama Menurut Pendapat Saya
            Saya menyimpulkan bahwa manusia pertama di Bumi adalah Nabi Adam a.s. Yang lebih penting adalah kita mempercayai kitab suci masing-masing. Namun, masih ada saja yang bertanya-tanya:

1. Tetapi, bukankah cerita masa lalu itu juga ada di Kitab Suci? 
Jawab: Ya, artinya kita juga harus percaya cerita dari masa lalu yang diturunkan dan tercantum dalam kitab suci. 

2. Lalu, bagaimana bisa Adam menjadi manusia pertama, padahal di dalam Alkitab (selain Al-Qur'an) tidak dicantumkan? 
Jawab: Nah, ini dia. Rupanya, banyak ilmuwan yang sengaja bermaksud membelokkan cerita proses penciptaan dan menggantinya dengan cerita “penciptaan karena kebetulan” proses
alamdengan adanya teori manusia sendiri. Sehingga, bisa jadi alkitab-alkitab masa kini telah diubah-ubah oleh manusia masa kini, sehingga alur serta isinya tidak sama satu sama lain. Padahal seluruh kitab suci diturunkan dan diciptakan untuk saling melengkapi, bukan masalah "siapa yang mencontek" dan "mana yang lebih benar". :)

Disclaimer
       Isi dalam artikel ini saya ambil dari beberapa situs dan saya kembangkan. Ini adalah pandangan saya mengenai Teori Evolusi Charles Darwin dan “Siapakah Manusia Pertama di Bumi”.                                                                                                           
       Yang ingin saya sampaikan adalah: Meskipun kita memiliki perbedaan baik dari segi agama, pendapat, ras dan perbedaan lainnya, kita jangan memaksakan orang lain bahwa agama, pendapat, ras dan sesuatu hal yang kita anut adalah yang paling benar. Hargailah pendapat dan perbedaan orang lain. Ini pendapatku, bagaimana denganmu? :)



Hidangan Penutup
Sedikit menyinggung sebuah film.... ^____^b

MAMA CAKE

Jenis Film : Drama/comedy
Produser : HB Naveen, Frederica
Produksi : FALCON PICTURES
Sutradara : Anggy Umbara
Homepage : http://www.facebook.com/McMamaCake
Durasi: 137minutes

 





Ayo lihat cuplikannya, di bawah ini... ^______^



SINOPSIS
Little Big Bite for a bigger soul!

      Mama Cake adalah sebuah film drama comedy pop urban tentang perjalanan sehari semalam tiga orang sahabat: Rakha (Amanda Omesh), Willy (Boy William) dan Rio (Arie Dagienkz) dalam membeli sebungkus brownies MAMA CAKE, yang menjadi permintaan seorang nenek yang sedang sakit keras

      Setting tempat ada di dua kota: Jakarta dan Bandung, di mana pada kedua kota besar inilah terjadi invasi besar-besaran akan arus budaya dan pemikiran barat yang telah jauh mengikis bangsa Indonesia dari nilai-nilai agama dan budaya ketimuran yang konon melekat erat disana

      Perbedaan karakter, pemikiran dan gaya hidup yang sangat jelas dari ketiga sahabat itu pun membawa konflik dan mengangkat isu-isu tajam seputar agama dan sosial. Hingga akhirnya mereka dihadapkan pada persimpangan dimana persahabatan, cinta, takdir, dan tujuan hidup menjadi pilihan yang nyata dalam hidup mereka.  

Note: Film ini akan tayang pada tanggal 13 September 2012 dan wajib ditonton!


Saya berpartisipasi mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Falcon Pictures dan Wongkito, sehingga saya nyatakan:  Postingan ini untuk mengikuti Kompetisi Blog Mama Cake

Jangan lupa "Like" dan komentarnya!~ ^_______^b                                               



 














14 komentar :

About Me

Foto saya
Prodi Ilmu Hukum Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Followers