Berlibur di Pantai Baru [あうメ-ちゃん ものがたり]



"Tak selamanya berlibur di pantai itu menyenangkan."

-Kalimat itu berputar-putar di otakku yang setiap detik dan menitnya, mencerna kata demi kata. Puluhan orang menyemut di bibir pantai, antara heran bercampur penasaran. Bisikan-bisikan penuh ketakutan menerkam, semakin lama, kejadian ini semakin mencekam. Batin kami diliputi rasa enggan. Deburan ombak ganas saling berkejaran, berlomba-lomba menjadi pemenang. Tim SAR yang menangani kasus ini merasa kewalahan akibat kegiatan deburan ombak yang semakin siang semakin ganas, seakan siap menghantam, menerkam dan menenggelamkan.-

Itulah cuplikan kata-kata yang bisa saya gambarkan disaat saya menjadi salah satu dari sekian puluh saksi mata yang melihat kejadian menakutkan: Empat orang anak terseret ombak saat bermain bola di bibir Pantai Baru. Apakah Anda juga melihat kejadian tersebut? Apakah Anda pernah mengunjungi Pantai Baru, atau disebut Pantai Pandansimo, ini? Hari ini saya mengunjungi pantai tersebut. Ini dia kisahnya.

Hari ini, hari Minggu, tanggal 30 September 2012, saya bangun pagi-pagi dan segera mempersiapkan perbekalan. Pukul 07.00 WIB, kami semua berangkat menuju Pantai Baru yang terletak di Dusun Ngentak, Kecamatan Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Untuk info seputar Pantai Baru, silahkan klik di sini.
Dengan menggunakan bus (70 km/jam) kami sampai di Pantai Baru 1 jam 40 menit kemudian. Kegiatan ini diadakan bersama dengan anak-anak, dan saya disuruh untuk jadi pembawa acara (waduh =_=). Mulai dari kado silang, hingga games memindahkan bola dengan hadiah bintang merah sebagai pemenangnya. Dilanjutkan dengan acara makan bersama. Lumayan juga acaranya. Ini dia foto-fotonya. xD:

Ngumpulin kado silang, yuk. :3

Ayo, ikut bantu. :D

Eh, ayo ikutan. xD

Bagi-bagi kado silang. Aku minta satu. :3

Dedek chubby~ x3

Ting-tong. :D

Ini apa, sih? :3

Ayo, aku foto, yak. :D

Dedek orenji. :3

Gaya dulu sebelum difoto. xD

Ini dia jawara kita! :D

Dedek orenji dapet dua bintang, lho. :D

Ayo, banyakan mana sama punyaku? :3

Tenang, saya nggak nongol dan ikutan narsis di sini. xD Yak, lanjut!~
Selama satu setengah jam adalah waktu bebas! Kini saya memutuskan untuk menyegarkan pikiran dengan duduk di tepi pantai dan memperhatikan deburan ombak Pantai Baru. Karena masih tergolong pagi, ombak tidak terlalu besar dan masih aman jika kita bermain di tepi pantai. Namun, saya tidak menyentuh air dan memilih untuk menggambar di pasir pantai setelah saya menemukan sebatang ranting yang terdampar setelah dihanyutkan ombak.

                        
                                          Sepupu saya, lari-lari di tepi pantai. :3


                       
                                        Ibu saya dan sepupu saya. Minum dulu, yuk~ xD

        
                                                          Hati-hati, ya. :O

                                                       Sebenarnya hal ini berbahaya. :X

Phew, ambil gambar lain, aja. :3

Ambil dua kali. x3

Belakang saya. Langitnya cerah~ :D

Samping kiri. :3

Di bawah. Telapak kaki orang. xD

Coba-coba. :3

Lanjut. :D

Lanjutan. xD

Buat dua chara. :3

Yak, chara kedua. :3


Dari jauh. :D

            Jujur, saya malu menggambar makhluk tak jelas dan aneh  seperti itu. Yah, karena beberapa orang memperhatikan saya yang tengah keasyikan menggambar. xD Pada akhirnya saya berhenti menggambar dan membuat miniatur tulang ikan dari pasir setelah melihat orang membuat istana pasir.


Dari jauh. :3

Dari dekat. :D

Amat dekat. xD

Pantai Baru yang baru saja menjadi tempat peristiwa terdamparnya hiu paus pada tanggal 1 Agustus 2012 lalu, hingga kini sisa belulang serta kulitnya masih ada. Amat disayangkan, akibat ulah warga setempat yang mengikat ekor hiu dan menariknya ke pantai untuk diambil siripnya, pada akhirnya hiu tersebut mati. Dasar manusia serakah! T^T Ini dia foto-foto “sisa” hiu paus tersebut:

                        
                        Perjalanan menuju ke tempat si hiu. Ada kapal, foto, yuk~ :3

              
                                                          Layangan~ XD

              
                                                  Difokus dan diperbesar. :3

Bagian ekor. :3

Bagian sirip atas. :3

Ckckck... Diisi gabah. Daging diambil biar nggak busuk. :X

Hmm...

Tinggal kulit. :'(

Sisa-sisa bagian gigi. Berbau busuk. -_-"

Saya perkirakan ini bagian tulang belakang. :O

Dari dekat. :o

Nah, foto+liat dari sini siap-siap tutup hidung. =__=

Bauuuuu~ Q__Q

Yang mau baca silahkan (tapi nggak kelihatan). :D

Nah, setelah puas memandang deburan ombak, menggambar di pasir pantai, membuat miniatur tulang ikan dari pasir, saya memutuskan untuk memesan kelapa muda seharga RP 5.000 (Rp 6.000 jika ditambah segelas es batu). Murah! Daripada klamud di Jogja, harganya RP 7.000. Jarak warung makan dengan bibir pantai tak terlalu jauh, sehingga saya masih dapat memandang deburan ombaknya yang kian mengganas. 

Eh, orenji nongol. -w-v

Nah, minum klamud, yuk! :3

Duduk sembari menikmati pemandangan ombak yang indah.

Gambar favorit saya. :3

Ambil pemandangan ini lagi. x3

Wkwk, ada termos nggandul. xD

Banyak pohon=Teduh. :3

Saya tak habis minum air kelapa muda sebanyak itu. Akhirnya saya bungkus. =w=)v
Tak lama kemudian, terdengar jeritan dari arah bibir pantai. Beberapa orang berteriak bahwa ada anak yang terseret ombak. Kami masih melanjutkan kegiatan masing-masing selama tiga detik kemudian, namun teriakan dan pekikan semakin menghebohkan. Kami segera berlari menuju lokasi untuk melihat kejadian apa yang sebenarnya terjadi. Karena terlalu heboh, saya berlari menuju bibir pantai tanpa alas kaki! Di cuaca seterik dan sepanas ini, ditambah lagi pasir Pantai Baru mengandung bijih besi. Tentu saja terasa panas menyengat!!~  Q__Q
Terpaksa saya berlari kembali menuju tikar dan mencari sandal karet saya. Akibatnya, telapak kaki saya melepuh. Q____Q Segera saja saya menuju lokasi TKP. Dan ternyata sudah puluhan orang yang berkumpul di dekat bibir pantai. Ada yang berteriak, memekik, keheranan, penasaran, dan menunjuk-nunjuk ke arah laut. Di sanalah, tiga orang anak, terseret ombak. Mereka terapung-tenggelam, kepala muncul-hilang. Kepanikan segera mencekam. Kumandang takbir membahana dari segala penjuru. Ya Allah, selamatkanlah mereka!!

Puluhan orang menjadi saksi. >__<

Tim SAR berada di bibir pantai. >__O

Ayo, ke sana! O___O

Di mana mereka?!!!

Saat salah seorang anak berhasil diseret ke daratan oleh Tim SAR. Namun... >__<

Masya Allah! Kejadian dimulai pukul 10.01 WIB (saya cek jam tangan) dan berakhir pukul 10.40! Terbayang bukan berapa lama ketiga anak tadi terombang-ambing selama itu?! Dua anak berhasil diselamatkan dan dinaikkan ke atas kapal nelayan tak jauh dari lokasi anak tersebut terombang-ambing di tengah laut! Sedangkan, satu anak berhasil ditemukan, namun, Innalillahi wa inna'illahi roji'un, ia meninggal dunia. Dan seorang anak perempuan belum berhasil ditemukan. (gambar di atas adalah puluhan menit kejadian yang terjadi di Pantai Baru) >____<,
Sayang, kamera saya tewas mati. Detik-detik berikutnya, anak yang berhasil diseret ke daratan, digotong dan dibaringkan. Namun, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia. Perutnya buncit akibat menelan air laut. Bibirnya membiru, dari hidungnya keluar buih-buih kadar garam air laut yang masuk ke paru-paru. Aarrrgghhh!! Kenapa penyelamatan harus menunggu selama (sekitar) lima menit kemudian?! Mengapa tidak ada tanda "Dilarang bermain dan berenang di tepi pantai" seperti yang tertulis di papan peringatan di Pantai Depok?! Mengapa orangtua membiarkan anaknya bermain dengan ombak yang berbahaya?!
Dan hari ini, tanggal 1 Oktober 2012, berita ini menjadi Headlight di beberapa surat kabar Yogyakarta. *Baca koran sembari mendengarkan lagu Monkey Majik-Headlight* Q___Q
Nah, bagi kawan-kawan yang ingin berlibur di pantai, dimohon untuk berhati-hati dan jaga diri sendiri maupun orang lain. Terlebih anak-anak, harus didampingi oleh orang dewasa. Untuk pemerintah, dimohon untuk memperketat keamanan, serta adanya tanda larangan berenang. Faktor kebersihan seperti tempat sampah yang letaknya jauh. Serta faktor kenyamanan, berupa dahan pohon yang tumbuh liar dan terlalu rendah, mohon dipangkas dan ditata segera.  :O
Nah, sekian reportase cerita dari saya. Sekali lagi, waspadalah! Waspadalah! *Ala Bang Napi*

0 komentar :

About Me

Foto saya
Prodi Ilmu Hukum Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Followers